Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Desember 2014

Sejarah dan Filosofi Bencana di Museum Tsunami Aceh

Tampilan muka Museum Tsunami di Banda Aceh. (FOTO: bandaacehkotamadani.wordpress.com)

Tampilan muka Museum Tsunami di Banda Aceh. (FOTO: bandaacehkotamadani.wordpress.com)

Di penghujung tahun 2004, Aceh digoyang gempa dahsyat sebelum kemudian digulung tsunami. Pantai Barat Aceh, dari Simeulue, Meulaboh sampai Banda Aceh dan sebagian Sigli mengalami kerusakan parah. Sekitar 170 ribu jiwa melayang seketika. Dunia tercengang ketika itu.

Desakan internasional memaksa pemerintah Indonesia membuka isolasi politik akibat konflik bersenjata yang panjang di Aceh. Tidak lama kemudian, berbondong-bondong orang dari ujung Indonesia dan dunia datang ke Aceh untuk melihat dampak kerusakan akibat tsunami, serta memberikan bantuan kepada masyarakatnya. Mantan Secretary of State AS Collin Powell yang datang beberapa hari setelah tsunami menyatakan dia belum pernah melihat kehancuran seperti yang terjadi di Aceh. Untuk mengenang kejadian tersebut maka dibangunlah Museum Tsunami Aceh.

Museum Tsunami Aceh dirancang oleh arsitek asal Indonesia, Ridwan Kamil. Museum ini merupakan sebuah struktur empat lantai dengan luas 2.500 m² yang dinding lengkungnya ditutupi relief geometris. Di dalamnya, pengunjung masuk melalui lorong sempit dan gelap di antara dua dinding air yang tinggi untuk menciptakan kembali suasana dan kepanikan saat tsunami. Dinding museum dihiasi gambar orang-orang menari Saman, sebuah makna simbolis terhadap kekuatan, disiplin, dan kepercayaan religius suku Aceh. Dari atas, atapnya membentuk gelombang laut. Lantai dasarnya dirancang mirip rumah panggung tradisional Aceh yang selamat dari terjangan tsunami.

Bangunan ini memperingati para korban, yang namanya dicantumkan di dinding salah satu ruang terdalam museum, dan warga masyarakat yang selamat dari bencana ini. Selain perannya sebagai tugu peringatan bagi korban tewas, museum ini juga berguna sebagai tempat perlindungan dari bencana semacam ini di masa depan, termasuk "bukit pengungsian" bagi pengunjung jika tsunami terjadi lagi.

Museum Tsunami Aceh terletak di Jalan Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Museum ini tidak memungut bea masuk, sehingga pengunjung bisa masuk dengan gratis. Hanya saja, pengunjung yang datang diwajibkan untuk mengenakan pakaian sopan, yakni baju lengan panjang dan celana/rok panjang. Sementara pengunjung wanita yang beragama Islam dianjurkan untuk memakai kerudung.

Bendera bertuliskan

Bendera bertuliskan “Damai” dalam berbagai bahasa digantung di atas jembatan yang membelah musem. (FOTO: Deasy Elsara)


Museum Tsunami diresmikan pada tahun 23 Februari 2009, lima tahun setelah tsunami meluluhlantakkan Banda Aceh dan kawasan sekitarnya. Museum ini dibangun setinggi empat lantai. Di lantai dasar terdapat “Jembatan Perdamaian” yang merentang sepanjang 15 meter di atas kolam ikan. Di sekeliling kolam terdapat 52 buah tempat duduk yang terbuat dari batu sebagai lambang jumlah negara yang memberi bantuan pada Indonesia untuk rekonstruksi pasca tsunami di Aceh.

Saat melintasi jembatan, perhatian saya terbagi dua, menengok ikan-ikan yang berenang dan mendongak melihat bendera dari berbagai negara yang menggantung. Karena penasaran, saya melangkahkan kaki ke bagian tengah jembatan dan mencoba membaca satu persatu kata yang tertulis di bendera tersebut. Rupanya bendera-bendera tersebut bertuliskan kata “damai” dalam berbagai bahasa.

Lorong gelap yang bisa bikin kita bergidik membayangkan penderitaan para korban yang tergulung tsunami. (FOTO: Deasy Elsara)

Lorong gelap yang bisa bikin kita bergidik membayangkan penderitaan para korban yang tergulung tsunami. (FOTO: Deasy Elsara)

Lorong ini bermuara ke sebuah ruangan yang sekilas tampak seperti memorial hall. Monitor-monitor tersebar di penjuru ruang, menampilkan foto-foto saat bencana melanda setiap beberapa detik. Suasana ruangan juga gelap, dengan cermin yang membentang di masing-masing sisi ruangan dengan sedikit cahaya yang tembus dari beberapa kaca di langit-langit. Rupanya ruangan ini berada tepat di bawah kolam ikan. Ruangan ini juga penuh filosofi. Cermin yang membentang melambangkan luasnya jangkauan air saat tsunami, sementara cahaya yang masuk dari celah kaca, memperlihatkan minimnya cahaya yang bisa tembus ke dalam air. Ruangan ini mengajak kita seolah-olah berada di dalam air.

Ruang

Ruang “Sumur Doa” dengan tulisan Allah di puncak atap berbentuk lorong. (FOTO :Deasy Elsara)

Di lantai dua terdapat ruang replika dan ruang audiovisual. Berbagai miniatur dan replika barang saat kejadian tsunami terdapat di ruang ini, seperti jam mati yang menunjukkan pukul 08.17 ketika gempa terjadi, miniatur orang-orang yang sedang menangkap ikan di laut  kemudian berlarian menyelamatkan diri dari terjangan gelombang setinggi pohon kelapa, dan masih banyak lagi.

Salah satu miniatur yang memperlihatkan tingginya gelombang tsunami yang meluluhlantakkan daerah-daerah yang dilaluinya. (FOTO: Deasy Elsara)

Salah satu miniatur yang memperlihatkan tingginya gelombang tsunami yang meluluhlantakkan daerah-daerah yang dilaluinya. (FOTO: Deasy Elsara)

Sementara di ruang audiovisual kita bisa menonton dokumenter saat gempa dan tsunami yang terjadi pada 24 Desember 2004. Film berdurasi 15 menit ini ditayangkan beberapa kali dalam satu hari. Namun sayang, kuota pengunjung pada jam penayangan saat itu sudah penuh sehingga saya tidak jadi menonton.

Sedangkan di lantai tiga ada ruang khusus IPTEK. Di sini lah berbagai macam benda alat peraga yang menjelaskan tentang gempa dan tsunami, mulai dari foto, miniatur, hingga simulator disimpan. Kita bisa mencoba alat peraga yang ada.

Bagi yang tak punya waktu untuk membeli oleh-oleh, jangan khawatir. Sebab museum ini juga menyediakan suvenir khas Aceh yang dijual di lantai empat. Dendeng sapi dan rusa yang laris sebagai oleh-oleh juga tersedia di sini. Ada pula aksesori seperti bros berbentuk pintu rumah adat Aceh, sarung, dan rencong.

Sumber : www.wego.co.id

Kamis, 18 Desember 2014

Inilah Asal Usul Nama Orang Bali : Wayan, Made, Nyoman, Ketut


 WidanaNews - Jika Anda sedang berada di Bali, Anda tentu sering mendengar nama-nama khas Bali mulai Wayan, Made, Nyoman, Ketut, Ida Bagus, dan sebagainya. Semua nama itu ternyata ada artinya.
Kita mulai dulu dengan sebutan I dan Ni pada nama-nama orang Bali. Huruf I di depan nama Wayan misalnya, adalah kata sandang yang bermakna laki-laki. Sementara kata sandang penanda kelamin perempuan adalah Ni. I dan Ni juga bermakna seorang lelaki dan wanita dari keluarga masyarakat kebanyakan, tidak berkasta atau biasa disebut orang jaba. Jika ia terlahir di keluarga penempa besi,  maka orang Bali ini bernama Pande. Bila di depan Wayan gelarnya Ida Bagus, ia tentu terlahir di keluarga Brahmana. Ida Bagus berarti yang Tampan atau Terhormat.  Jika saja ia digelari Anak Agung, maka ia lahir di keluarga bangsawan.

Nama Wayan berasal dari kata “wayahan" yang artinya yang paling matang.  Titel anak kedua adalah Made yang berakar dari kata "Madia" yang artinya tengah. Anak ketiga dipanggil Nyoman yang secara etimologis berasal dari kata "uman" yang bermakna “sisa” atau “akhir”.  Jadi menurut pandangan hidup orang Bali, sebaiknya sebuah keluarga memiliki tiga anak saja.  Setelah beranak tiga, kita disarankan untuk lebih “bijaksana”. Namun zaman dahulu, obat herbal tradisional kurang efektif untuk mencegah kehamilan, coitus interruptus tidak layak diandalkan, dan aborsi selalu dipandang jahat, sehingga sepasang suami istri mungkin saja memiliki lebih dari tiga anak.

Anak keempat gelarnya Ketut. Ia berasal dari kata kuno "Kitut" yang berarti sebuah pisang kecil di ujung terluar dari sesisir pisang. Ia adalah anak "bonus" yang tersayang. Karena program KB yang dianjurkan pemerintah, semakin sedikit orang Bali yang bernama Ketut. Itu sebabnya ada kekhawatiran dari sementara orang Bali akan punahnya sebutan kesayangan ini.

Menurut situs balirustique.com, orang Bali memiliki sebuah tabu atau pantangan bahwa petani tidak boleh menyebut kata tikus, yang di Bali disebut bikul, jika sedang ada  di sawah. Menyebut tikus di sawah, dipercaya bagai mantra yang bisa memanggil tikus. Untuk itu jika sedang di sawah, orang memanggilnya dengan julukan spesial  ” Jero Ketut”.  Ia bermakna tuan kecil. Ini berangkat dari pandangan bahwa tikus bagimanapun juga adalah bagian dari keseimbangan alam.

Bila keluarga berencana gagal, dan sebuah keluarga memiliki lebih dari empat anak, maka mulai dari anak kelima, orang Bali mengulang siklus titel di atas. Anak kelima bergelar Wayan, keenam Made, dan seterusnya.

Namun jika bicara lebih rinci, ketiga titel hirarki kelahiran orang Bali memiliki sinonim; untuk Wayan: Putu, Kompiang, atau Gede; untuk Made: Kadek atau Nengah; untuk Nyoman: Komang. Sementara nama Ketut yang istimewa tak bersinonim.

Seperti orang Jawa, orang Bali tidak memiliki nama marga atau nama keluarga (family name).  Jadi kalau dilihat dari kaca mata orang barat, orang Bali hanya memiliki first name tanpa family name. Konon ini memudahkan orang untuk menyamar di waktu perang.  Bahkan bila terpaksa, setelah kekalahan militer, seorang bangsawan bisa mengaku sebagai orang kebanyakan. Dan seluruh keturunannya pun terpaksa memakai titel I atau Ni.

Meski tidak mengenal nama marga atau fam, ada juga orang Bali yang yang turun temurun dengan jelas menambahkan nama marga atau sub marga sepeti  Dusak, Pendit, dan lain lain di belakang nama depan . Misalnya saja (hanya rekayasa), Wayan Sujana Pendit.  Di jaman modern ketika nama keluarga jadi penting untuk urusan paspor atau kalau tinggal di luar negeri, beberapa keluarga Bali yang progresif membuat nama marga baru yang biasanya diambil dari nama seorang ayah yang berpendidikan tinggi dan “sukses”.

Banyak hal yang berubah di Bali sejak  kemerdekaan Indonesia. Bila di zaman dulu orang menamai anaknya sekehendak hati, sering tanpa arti, atau hanya onomatope, di zaman sekarang ini, orang-orang mulai ramai memakai nama yang berasal dari bahasa Sanskerta. Ada juga nama orang Bali kini yang sudah 'bernuansa' barat seperti misal I Ketut Bobby atau Ni Luh Ayu Cindy.

Sumber : http://www.beritabali.com

Sabtu, 22 November 2014

Inilah Tujuh Tank Legendaris Rusia

WidanaNews - Tank merupakan senjata yang dahsyat, mencerminkan kedigdayaan sebuah negara. Berikut ini tujuh tank legendaris milik Rusia.

1. MS-1, T-18 (MC-1, T-18)

MS-1, T-18 (MC-1, T-18) adalah tank pertama Soviet yang diproduksi secara massal. Tank ini diproduksi sebanyak 960 unit. MS-1 pertama kali beraksi dalam konflik Sino-Soviet pada 1929. Ketika itu Soviet melakukan serangan menggunakan sembilan tank sekaligus, sehingga infanteri Tiongkok pun kewalahan.

Foto: disclosure

Pada pertengahan tahun 30-an dan awal 40-an, sebagian besar mesin ini digunakan untuk menempatkan meriam di wilayah yang berbatasan dengan Timur Jauh dan Karelian Isthmus. Beberapa sumber menyatakan bahwa MS-1 juga digunakan dalam Perang Dunia II. Kini, tak ada lagi MS-1, kecuali yang berdiri sebagai monumen atau koleksi museum.

2. BT (БТ-7)

Foto: RIA Novosti

BТ-7 adalah tank berkecepatan tinggi. Debutnya berlangsung saat konflik melawan pasukan Jepang di Danau Khasan pada musim panas 1938. Namun, BТ-7 lebih spektakuler di tahun selanjutnya di Mongolia selama Pertempuran Khalkhin Gol. Padang rumput di Mongol tersebut menjadi saksi kecepatan dan kelincahan tank ini. Pada awal PD II, BТ-7, dalam hal kemampuan tempur, sama hebatnya dengan kebanyakan tank Jerman dan digunakan hingga pertengahan 1942. Babak akhir dari riwayat BТ-7 adalah Perang Soviet-Jepang pada Agustus-September 1945, ketika tank yang mulai menua ini menjadi anggota batalion kedua resimen tank dan bergerak di belakang T-34 dan IS-2 (ИС-2) yang lebih kuat.

3. T-34/76

Foto: ITAR-TASS

T-34/76 adalah salah satu tank menengah terbaik pada zamannya. Tank ini memiliki lapisan baja yang berkualitas dan daya tembak yang hebat. Setidaknya hingga pertangahan 1942, musuh belum bisa berbuat banyak untuk melawan tank ini. Bahkan ketika terkena tembakan, T-34 biasanya tetap mampu terus bertempur. Ketika musuh membawa mesin berat dan modern pada 1943, T-34 juga ditransformasi. Lapisan bajanya diperkuat, anggota awak ditambah menjadi lima dan senapan 85 mm baru dipasang sehingga mampu menghancurkan hampir segala jenis tank Jerman pada jarak dekat atau menengah. Pada Maret 1944, T-34/85 mulai meluncur ke lini depan. Meski T-34 bukan tank yang ideal, jenis ini mudah dibuat dan dikendalikan, sehingga menjadi tank paling banyak diproduksi di dunia. Tank ini digunakan hingga 1990-an, dalam perang di Yugoslavia.

4. KV-1 (KB-1)

KV-1 adalah tank berat Soviet. Tank jenis ini pertama kali digunakan di minggu terakhir Perang Soviet-Finlandia. Pada 1941, KV dinilai sebagai salah satu tank terhebat di dunia. Sebuah dokumen Jerman menyebutkan bahwa, "Tidak ada alat yang mampu melawan ‘monster’ ini. Anda tidak dapat berada di sekitarnya karena ia dikelilingi oleh tanah berlumpur. Upaya yang dapat dilakukan untuk menghancurkan tank ini ialah menggunakan senjata antitank 50 milimeter pada jarak 500 meter, yang tentu akan menyebabkan kerugian besar dalam kalkulasi dan artileri.”

Foto: RIA Novosti

Tank ini tidak mengalami kerusakan meski terkena 14 kali tembakan. Tembakan tersebut hanya mampu meninggalkan bekas di lapisan bajanya.

Sebagian besar KV rusak bukan karena kalah dalam pertempuran, melainkan karena kerusakan teknis dan kekurangan bahan bakar. Pada akhir 1943 tank-tank KV digantikan tank berat IS.

5. IS-2 (ИС-2)

Foto: RIA Novosti

IS-2 juga termasuk tank berat, sama seperti pendahulunya, KV-1. Jenis ini diciptakan untuk memecah posisi musuh yang begitu kuat dibentengi dan melawan tank-tank berat mereka. Ada sebuah insiden terkenal dalam Serangan Lvov-Sandomier. Dua IS-2 yang terkepung menghancurkan 17 tank Jerman dan senapan otomatis. IS-2 menjadi alat tak tergantikan untuk menembus pertahanan musuh, terutama dalam perjalanan ke Berlin dan Konigsberg. Setelah perang tank ini dimodernisasi dan tetap digunakan hingga 1995.

6. T-54

Foto: ITAR-TASS

T-54 diciptakan berdasarkan pengalaman PD II dan menjadi partisipan utama dalam konflik-konflik militer di paruh kedua abad ke-20. T-54 dan model setelahnya, T-55 dengan pertahanan atom, digunakan di Hongaria pada 1956, Cekoslowakia pada 1968, di Vietnam, dan di sejumlah perang di Timur Jauh dan Tengah hingga awal abad ke-21. Salah satu konflik terakhir yang melibatkan T-55 adalah di Ossetia Selatan, tempat tank ini digunakan oleh Republik Ossetia Selatan.

7. T-72

Foto: ITAR-TASS

T-72 adalah tank standar. Produksinya dimulai pada 1973.  Berawal dengan konflik Libanon pada 1982, T-72 aktif digunakan di berbagai perang Timur Dekat dan wilayah bekas Uni Soviet. T-72 adalah tank Soviet paling populer. Jenis ini telah, atau setidaknya pernah, digunakan oleh hampir empat puluh negara di dunia.

Sumber : http://indonesia.rbth.com/

Selasa, 18 November 2014

Sejarah Penghancuran Fasilitas Nuklir Irak Oleh Israel

Ilustrasi Penghancuran Fasilitas Nuklir Irak Oleh Israel  WidanaNews - Pada tanggal 7 Juni 1981, salah satu misi serangan jarak jauh yang paling terkenal dan berbahaya dalam sejarah Angkatan Udara Israel digelar.

Israel memutuskan untu
k membeli F-16 yg lahir setelah Perang Yom Kippur. Salah satu evaluasi dari perang tersebut adalah bahwa Angkatan Perang negara Yahudi itu membutuhkan pesawat multirole baru yang lebih canggih, relatif murah untuk melengkapi F-15 milik mereka.

Negosiasi dengan AS untuk mendapatkan F-16 dimulai tahun 1975. Setelah tertunda beberapa tahun karena adanya ketegangan di Timur Tengah, pembelian Fighting Falcon akhirnya bisa selesai pada 1979 sebagai hasil dari perjanjian damai Camp David antara Israel dan Mesir.

F-16 pertama dikirim ke IAF pada tahun 1980 dan disusul pada tahun berikutnya, meski belum semua pesawat selesai diserahkan , pesawat-pesawat tersebut sudah diikutkan dalam sebuah operasi yang paling terkenal dalam sejarah Angkatan Udara negara tersebut, Yakni "Operasi Opera".

Operasi ini bertujuan untuk menghancurkan pembangkit nuklir Irak yang dikenal dengan Osirak atau juga disebut dengan Tamuz 1, di Al Tuwaitha, Berada di 12 km sebelah tenggara Baghdad.

Seperti yang dijelaskan oleh Bill Norton dalam bukunya Air War on the Edge, A History of the Israel Air Force and its aircraft since 1947. Israel Air Force (IAF) melakukan serangan menyusul pernyataan permusuhan Saddam Hussein. 

Israel takut sebuah fasilitas yang dibangun bersama Prancis di negara tersebut sebagai sebuah pusat produksi nuklir.

IAF pun mulai menggelar latihan dan simulasi yang dilakukan di Negev dengan menggunakan sebuah bangunan yang diibaratkan sebagai instalasi nuklir Irak. Simulasi pertempuran dilakukan pada Agustus dan September 1980.

Setelah misi pelatihan selesai IAF mulai menetapkan tanggal. Dari empat tanggal yang dipilih tiga di antaranya batal. Operasi semula akan digelar pada hari Minggu 10 Mei 1981. Pilot sudah naik ke pesawat tetapi dibatalkan karena khawatir beberapa karyawan Prancis yg masih berada di pabrik nuklir Irak tersebut.

Akhirnya pada 7 Juni 1981 jam 15.55 waktu setempat Operasi Opera diluncurkan. Delapan F-16, dari Skadron 117 dan 110 yang berbasis di Ramat David lepas landas dari Etzion dikawal oleh enam F-15, sementara E-2C Hawkeye ditugasi sebagai kontrol peringatan dini. Beberapa CH-53 yang bertugas sebagai pasukan evakuasi juga dikerahkan di dekat perbatasan.

F-16 ini dipersenjatai dengan dua bom Mk. 84, dua AIM-9J Sidewinder, dua 370 gal. Mereka juga membawa tangki eksternal di bawah sayap dan satu tangki 300 di bawah perut pesawat.

Seperti yg diceritakan oleh Norton, jet Israel terbang lebih dari 600 mil di langit tiga negara yang sebenarnya menjadi musuh mereka yakni Arab, Jordan dan Irak sendiri. Ketika berangkat mereka melintasi langit bagian utara Arab Saudi. Untuk menghindari radar, F-16 terbang rendah antara 150 dan 300 kaki.

Pada 17.35 dengan matahari di belakang mereka akan menyulitkan setiap upaya mencegat. Pesawat tiba di atas target. Sebelum melepaskan bom , F-16 menyalakan afterburner terlebih dahulu di jarak sekitar 12,5 kilometer dari pembangkit nuklir dan naik ke ketinggian 8.000 ft lalu kemudian meluncur ke bawah dengan kecepatan 600 knots serta melepaskan Mk 84 ketika berada di ketinggian 3.500 kaki.

Senjata-senjata dilepaskan pada target dengan dua gelombang masing-masing oleh empat Falcons. Beberapa misil meleset tetapi misil lain dapat menghancurkan target.

Para penyerang tetap di situs reaktor selama kurang dari dua menit. Tidak ada perlawanan berarti kecuali dari sebuah senjata AAA yang tidak efisien dan beberapa SAM juga sempat diluncurkan Irak tetapi semua meleset.

Saat perjalanan pulang, para Fighting Falcon naik ke 40.000 kaki untuk menghemat bahan bakar dan terbang di atas Jordan. Namun Jordan tidak melakukan tindakan apapun.

Satu F-15 dan satu F-16 dialihkan dari rute yang direncanakan untuk mempersulit setiap upaya pencegatan. Sementara semua pesawat mendarat di Etzion setelah melaksanakan misi selama 3 jam . dan Tidak ada pesawat yg rusak dalam operasi terbesar yg digelar oleh Angkatan udara Israel tersebut .

Lantas belajar dari apa yg terjadi pada peristiwa diatas, maka sudah jelas , segera boyong sistem pertahanan udara jarak menengah seperti S-300, S-350E, S-400 / Sistem rudal MEADS dan lain-lain untuk memperkuat sistem pertahanan udara kita!!

Sumber : Facebook (Info Militer Dunia)

Senin, 17 November 2014

Sejarah asal-usul Lambang Swastika di Bendera Nazi

10431492_593611020738280_6558768649454981833_nWidanaNews - Simbol yang paling terkenal dari masa Reich Ketiga masa Adolf Hitler adalah swastika. Simbol ini tertera pada bendera merah dengan tanda swastika dalam lingkaran putih.

Ketiga warna dala
m swastika, yaitu merah, putih, dan hitam, diambil dari warna dasar bendera Jerman, yang pertama kali dipakai sebagai lambang dari kekaisaran Jerman pada tahun 1897. Sekalipun sering diasosiasikan dengan rezim Nazi, simbol swastika telah eksis jauh sebelumnya di dunia.

Ia berasal dari bahasa Sanskerta, svastika, yang artinya "kondusif untuk kebaikan/kesejahteraan". Lambang seperti ini telah ditemukan pada keramik yang berasal dari empat abad sebelum Masehi di Persia/Iran, kemudian di Troy Yunani, Tibet, dan Jepang.

Orang Indian Amerika Utara seperti Suku Navajo juga mengenal lambang ini, yang dapat ditemukan pada pola kerajinan manik-manik mereka. Orang Hindu di India banyak menggunakan simbol ini untuk menandai pintu, kitab, dan persembahan.

Mereka membedakan antara swastika yang berputar searah jarum jam dan sebaliknya. Swastika yang putarannya searah jarum jam dianggap sebagai lambang gerakan matahari, yang di belahan bumi bagian utara tampak bergerak dari timur ke selatan, kemudian ke barat.

Sementara yang sebaliknya lebih untuk melambangkan malam hari, Betara Kali yang menakutkan, serta untuk praktik sihir. Pada swastika Jerman Nazi, arah geraknya seperti pada jarum dan simbol yang sering disebut hakenkruez, salib yang berkait.

Adalah seorang penyair dan ideolog nasionalistik Jerman bernama Guide von List yang pada tahun 1910 menyarankan pemakaian swastika untuk organisasi/gerakan anti-Yahudi.

Ketika Adolf Hitler membentuk Partai Sosialis Nasional (Nazi) tahun 1919-1920, simbol rasial Jerman ini pun diadospinya. Dan, setelah Nazi berkuasa, simbol yang sama diresmikan sebagai bendera nasional Jerman pada 15 September 1935.

Sekalipun berasal dari bahasa Sanskerta, Nazi mau menggunakanya karena bahasa tersebut, menurut teori yang mereka anut, adalah termasuk dalam kelompok bahasa Indo-Eropa, bahkan merupakan yang tertua. Kelompok bahasa ini, menurut ahli bahasa dari Jerman pada ke-19, Friedrich Max Muller, "memiliki sifat ke-Arya-an" sehingga Hitler dan Nazi punya alasan kuat mengadopsinya. 

Arti simbol Swastika sekarang
Pada waktu lampau, arah dari swastika menyebabkan simbol ini memiliki arti yang berbeda. Arah swastika yang searah jarum jam memiliki arti kesehatan dan kehidupan, sedangkan swastika yang berlawanan arah jarum jam berarti nasib buruk atau ketidak beruntungan. Namun sejak Nazi menggunakan simbol swastika yang searah jarum jam maka orang mengubah pengertian sebelumnya menjadi sebaliknya.

Saat ini, arti dari swastika masih menjadi polemik yang tak berujung ditengah masyarakat dunia. Bagaimana bisa satu simbol memiliki dua arti yang saling bertolak belakang? Namun hal ini membuat sebagian kalangan yang menggunakannya sebagai simbol keagamaan menjadi terkena imbasnya. Di Agama Hindu dan Budha lambang swastika merupakan simbol suci yang biasa digunakan untuk melambangkan kehidupan dan keberuntungan. Orang-orang yang tidak mengetahui arti asli dari swastika terkadang sangat skeptis dengan simbol ini. Padahal sebenarnya Nazi-lah yang mengambil keuntungan dari simbol swastika dan menggunakannya dalam praktek-praktek yang tidak berperikemanusiaan.

Sumber : (Angkasa/National Geographic Indonesia)

Sabtu, 15 November 2014

Sejarah Konspirasi JF. Kennedy, Sukarno, Suharto, CIA dan Freeport

Sejarah Konspirasi JF. Kennedy, Sukarno, Suharto, CIA dan FreeportWidanaNews - Pada sekitar tahun 1961, Presiden Soekarno gencar merevisi kontrak pengelolaan minyak dan tambang-tambang asing di Indonesia. Minimal sebanyak 60 persen dari keuntungan perusahaan minyak asing harus menjadi jatah rakyat Indonesia. Namun kebanyakan dari mereka, gerah dengan peraturan itu. Akibatnya, skenario jahat para elite dunia akhirnya mulai direncanakan terhadap kekayaan alam negeri tercinta, Indonesia.

Pada akhir tahun 1996 lalu, sebuah artikel yang ditulis oleh seorang penulis Lisa Peaseyang dimuat dalam majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC. Judul tulisan tersebut adalah “JFK, Indonesia, CIA and Freeport“.

Walau dominasi Freeport atas “gunung emas” di Papua telah dimulai sejak tahun 1967, namun kiprahnya di negeri ini ternyata sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya.

Dalam tulisannya, Lisa Pease mendapatkan temuan jika Freeport Sulphur, demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangkrut berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun pada tahun 1959.

Saat itu di Kuba, Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan.

Freeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya dari Kuba, akhirnya terkena imbasnya. Maka terjadi ketegangan di Kuba.

Menurut Lisa Pease, berkali-kali CEOFreeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Fidel Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan.

Ditengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes Wilsonyang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen.

Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jacques Dozy di tahun 1936.

Forbes Wilson,Direktur Freeport Sulphur 1959

Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda.

Namun, Van Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan kemudian membacanya.

Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport Sulphur itu jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah.

Tidak seperti wilayah lainnya diseluruh dunia, maka kandungan biji tembaga yang ada disekujur tubuh Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi di dalam tanah.

Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata.

Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper Mountain.

Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar, yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah terhampar di permukaan tanah.

Dari udara, tanah disekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar matahari. Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih emas dan perak!!

Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama GOLD MOUNTAIN, bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan untung besar, hanya dalam waktu tiga tahun pasti sudah kembali modal. Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat.

Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur meneken kerjasama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut. Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam.

Hubungan Indonesia dan Belanda telah memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat. Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John Fitzgerald Kennedy (JFK) agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah sepertinya mendukung Soekarno.

Kennedy mengancam Belanda, akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II, terpaksa mengalah dan mundur dari Irian Barat.

Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari AS tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan nilai emas yang ada di gunung tersebut.

Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para pemimpin Freeport jelas marah besar. Apalagi mendengar Kennedy akan menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan!

Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan Kennedy merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum Globalis yang hendak mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di Amerika.

Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang bertolak belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi kepada Indonesia, kecuali kepada militernya.

Salah seorang tokoh di belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun 1964, adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi Freeport.

Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia. Selain kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex (patungan dengan Standard Oil of California).

Soekarno pada tahun 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60 persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai salah satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh kebijakan Soekarno ini.

Augustus C.Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar orang ini disingkirkan secepatnya.

Mungkin suatu kebetulan yang ajaib, Augustus C. Long juga aktif di Presbysterian Hospital di New York, dimana dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962).

Sudah bukan rahasia umum lagi jika tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh CIA. Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco.

Apa saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu, yang di Indonesia dikenal sebagai “masa yang paling krusial”. Pease mendapatkan data jika pada Maret 1965, Augustus C. Long terpilih sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller. Pada bulan Agustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri.

Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di negara-negara tertentu. Long diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira Angkatan Darat yang disebutnya sebagai Our Local Army Friend.

Sedangkan menurut pengamat sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Asvi Marwan Adam, Soekarno benar-benar ingin sumber daya alam Indonesia dikelola oleh anak bangsa sendiri.

Asvi juga menuturkan, sebuah arsip di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta mengungkapkan pada 15 Desember 1965 sebuah tim dipimpin oleh Chaerul Saleh di Istana Cipanas sedang membahas nasionalisasi perusahaan asing di Indonesia.

Soeharto yang pro-pemodal asing, datang ke sana menumpang helikopter. Dia menyatakan kepada peserta rapat, bahwa dia dan Angkatan Darat tidak setuju rencana nasionalisasi perusahaan asing itu.

“Soeharto sangat berani saat itu, Bung Karno juga tidak pernah memerintahkan seperti itu,” kata Asvi.

Sebelum tahun 1965, seorang taipan dari Amerika Serikat menemui Soekarno. Pengusaha itu menyatakan keinginannya berinvestasi di Papua. Namun Soekarno menolak secara halus.

“Saya sepakat dan itu tawaran menarik. Tapi tidak untuk saat ini, coba tawarkan kepada generasi setelah saya,” ujar Asvi menirukan jawaban Soekarno.

Soekarno berencana modal asing baru masuk Indonesia 20 tahun lagi, setelah putra-putri Indonesia siap mengelola. Dia tidak mau perusahaan luar negeri masuk, sedangkan orang Indonesia masih memiliki pengetahuan nol tentang alam mereka sendiri. Oleh karenanya sebagai persiapan, Soekarno mengirim banyak mahasiswa belajar ke negara-negara lain.

Soekarno boleh saja membuat tembok penghalang untuk asing dan mempersiapkan calon pengelola negara. Namun Asvi menjelaskan bahwa usaha pihak luar yang bernafsu ingin mendongkel kekuasaan Soekarno, tidak kalah kuat!

Setahun sebelumnya yaitu pada tahun 1964, seorang peneliti diberi akses untuk membuka dokumen penting Departemen Luar Negeri Pakistan dan menemukan surat dari duta besar Pakistan di Eropa.

Dalam surat per Desember 1964, diplomat itu menyampaikan informasi rahasia dari intel Belanda yang mengatakan bahwa dalam waktu dekat, Indonesia akan beralih ke Barat. Lisa menjelaskan maksud dari informasi itu adalah akan terjadi kudeta di Indonesia oleh partai komunis.

Sebab itu, angkatan darat memiliki alasan kuat untuk menamatkan Partai Komunis Indonesia (PKI), setelah itu membuat Soekarno menjadi tahanan.

Telegram rahasia dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ke Perserikatan Bangsa-Bangsa pada April 1965 menyebut Freeport Sulphur sudah sepakat dengan pemerintah Indonesia untuk penambangan puncak Erstberg di Papua.

Salah satu bukti sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul 21.48, yang menyatakan ada pertemuan para penglima tinggi dan pejabat Angkatan Darat Indonesia membahas rencana darurat itu, bila Presiden Soekarno meninggal.

Namun kelompok yang dipimpin Jenderal Soeharto tersebut ternyata bergerak lebih jauh dari rencana itu. Jenderal Suharto justru mendesak angkatan darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan.

Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi bahwa semuanya itu memang benar adanya. Maka dibuatlah PKI sebagai kambing hitam sebagai tersangka pembunuhan 7 Dewan Jenderal yang pro Sukarno melalui Gerakan 30 September yang didalangi oleh PKI, atau dikenal oleh pro-Suharto sebagai “G-30/S-PKI” dan disebut juga sebagai Gestapu (Gerakan Tiga Puluh) September oleh pro-Sukarno.

Setelah pecahnya peristiwa Gerakan 30 September 1965, keadaan negara Indonesia berubah total. Terjadi kudeta yang telah direncanakan dengan “memelintir dan mengubah” isi Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) 1966, yang pada akhirnya isi dari surat perintah itu disalahartikan.

Dalam Supersemar, Sukarno sebenarnya hanya memberi mandat untuk mengatasi keadaan negara yang kacau-balau kepada Suharto, bukan justru menjadikannya menjadi seorang presiden.

Dalam artikel berjudul JFK, Indonesia, CIA, and Freeport yang diterbitkan majalah Probe edisi Maret-April 1996, Lisa Pease menulis bahwa akhirnya pada awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah perwira loyalis Soekarno (yang dikenal juga sebagai 7 dewan Jenderal yang dibunuh PKI), Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan Direktur Freeport, Langbourne Williams, yang menanyakan, “Apakah Freeport sudah siap untuk mengekplorasi gunung emas di Irian Barat?”

Forbes Wilson jelas kaget. Dengan jawaban dan sikap tegas Sukarno yang juga sudah tersebar di dalam dunia para elite-elite dan kartel-kartel pertambangan dan minyak dunia, Wilson tidak percaya mendengar pertanyaan itu.

Dia berpikir Freeport masih akan sulit mendapatkan izin karena Soekarno masih berkuasa. Ketika itu Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan hingga 1967, lalu darimana Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke tangan Freeport?

Lisa Pease mendapatkan jawabannya. Para petinggi Freeport ternyata sudah mempunyai kontak dengan tokoh penting di dalam lingkaran elit Indonesia.

Oleh karenanya, usaha Freeport untuk masuk ke Indonesia akan semakin mudah. Beberapa elit Indonesia yang dimaksud pada era itu diantaranya adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan pada saat itu Ibnu Soetowo .

Namun pada saat penandatanganan kontrak dengan Freeport, juga dilakukan oleh menteri Pertambangan Indonesia selanjutnya yaitu Ir. Slamet Bratanata.

Selain itu juga ada seorang bisnisman sekaligus “makelar” untuk perusahaan-perusahaan asing yaitu Julius Tahija.

Julius Tahija berperan sebagai penghubung antara Ibnu Soetowo dengan Freeport.

Dalam bisnis ia menjadi pelopor dalam keterlibatan pengusaha lokal dalam perusahaan multinasional lainnya, antara lain terlibat dalam PT Faroka, PT Procter & Gambler (Inggris), PT Filma, PT Samudera Indonesia, Bank Niaga, termasuk Freeport Indonesia.

Sedangkan Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam angkatan darat, karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasional mereka.

Sebagai bukti adalah dilakukannya pengesahan Undang-undang Penanaman Modal Asing (PMA) pada 1967 yaitu UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan oleh Rockefeller seorang Bilderberger dan disahkan tahun 1967.

Maka, Freeport menjadi perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Soeharto.

Bukan saja menjadi lembek, bahkan sejak detik itu, akhirnya Indonesia menjadi negara yang sangat tergantung terhadap Amerika, hingga kini, dan mungkin untuk selamanya.

Bahkan beberapa bulan sebelumnya yaitu pada 28 Februari 1967 secara resmi pabrik BATA yang terletak di Ibukota Indonesia (Kalibata) juga diserahkan kembali oleh Pemerintah Indonesia kepada pemiliknya. Penandatanganan perjanjian pengembalian pabrik Bata dilakukan pada bulan sesudahnya, yaitu tanggal 3 Maret 1967.

Padahal pada masa sebelumnya sejak tahun 1965 pabrik Bata ini telah dikuasai pemerintah. Jadi untuk apa dilakukan pengembalian kembali? Dibayar berapa hak untuk mendapatkan atau memiliki pabrik Bata itu kembali? Kemana uang itu? Jika saja ini terjadi pada masa sekarang, pasti sudah heboh akibat pemberitaan tentang hal ini.

Namun ini baru langkah-langkah awal dan masih merupakan sesuatu yang kecil dari sepak terjang Suharto yang masih akan menguasai Indonesia untuk puluhan tahun mendatang yang kini diusulkan oleh segelintir orang agar ia mendapatkan gelar sebagai Pahlawan Nasional. Penandatangan penyerahan kembali pabrik Bata dilakukan oleh Drs. Barli Halim, pihak Indonesia dan Mr. Bata ESG Bach.

Masih ditahun yang sama 1967, perjanjian pertama antara Indonesia dan Freeport untuk mengeksploitasi tambang di Irian Jaya juga dilakukan, tepatnya pada tanggal 7 April perjanjian itu ditandatangani.

Akhirnya, perusahaan Freeport Sulphur of Delaware, AS pada Jumat 7 April 1967 menandatangani kontrak kerja dengan pemerintah Indonesia untuk penambangan tembaga di Papua Barat. Freeport diperkirakan menginvestasikan 75 hingga 100 juta dolar AS.

Penandatanganan bertempat di Departemen Pertambangan, dengan Pemerintah Indonesia diwakili oleh Menteri Pertambangan Ir. Slamet Bratanata dan Freeport oleh Robert C. Hills (Presiden Freeport Shulpur) dan Forbes K. Wilson (Presiden Freeport Indonesia), anak perusahan yang dibuat untuk kepentingan ini.

Penandatanganan kontrak kerja dengan pemerintah Indonesia untuk penambangan tembaga di Papua Barat tersebut disaksikan pula oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Marshall Green.

Freeport mendapat hak konsensi lahan penambangan seluas 10.908 hektar untuk kontrak selama 30 tahun terhitung sejak kegiatan komersial pertama dilakukan. Pada Desember 1972 pengapalan 10.000 ton tembaga pertama kali dilakukan dengan tujuan Jepang.

Dari penandatanganan kontrak inilah yang kemudian menjadi dasar penyusunan Undang-Undang Pertambangan No. 11 Tahun 1967 yang disahkan pada Desember 1967.

Inilah kali pertama kontrak pertambangan yang baru dibuat. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu menguntungkan Indonesia, maka sejak Suharto berkuasa, kontrak-kontrak seperti itu malah merugikan Indonesia.

Setelah itu juga ikut ditandatangani kontrak eksplorasi nikel di pulau Irian Barat dan di area Waigee Sentani oleh PT Pacific Nickel Indonesia dan Kementerian Pertambangan Republik Indonesia.

Perjanjian dilakukan oleh E. OF Veelen (Koninklijke Hoogovens), Soemantri Brodjonegoro (yaitu Menteri Pertambangan RI selanjutnya yang menggantikan Ir. Slamet Bratanata) dan RD Ryan (U.S. Steel).

Pacific Nickel Indonesia adalah perusahaan yang didirikan oleh Dutch Koninklijke Hoogovens, Wm. H. MÜLLER, US Steel, Lawsont Mining dan Sherritt Gordon Mines Ltd.

Namun menurut penulis, perjanjian-perjanjian pertambangan di Indonesia banyak keganjilan.

Contohnya seperti tiga perjanjian diatas saja dulu dari puluhan atau mungkin ratusan perjanjian dibidang pertambangan. Terlihat dari ketiga perjanjian diatas sangat meragukan kebenarannya.

Pertama, perjanjian pengembalian pabrik Bata, mengapa dikembalikan? apakah rakyat Indonesia tak bisa membuat seperangkat sendal atau sepatu? sangat jelas ada konspirasi busuk yang telah dimainkan disini.

Kedua, perjanjian penambangan tembaga oleh Freeport, apakah mereka benar-benar menambang tembaga?

Saya sangat yakin mereka menambang emas, namun diperjanjiannya tertulis menambang tembaga.

Tapi karena pada masa itu tak ada media, bagaimana jika semua ahli geologi Indonesia dan para pejabat yang terkait di dalamnya diberi setumpuk uang? Walau tak selalu, tapi didalam pertambangan tembaga kadang memang ada unsur emasnya.

Perjanjian ketiga adalah perjanjian penambangan nikel oleh Pasific Nickel, untuk kedua kalinya, apakah mereka benar-benar menambang nikel?

Saya sangat yakin mereka menambang perak, namun diperjanjiannya tertulis menambang nikel.

Begitulah seterusnya, semua perjanjian-perjanjian pengeksplotasian tambang-tambang di bumi Indonesia dilakukan secara tak wajar, tak adil dan terus-menerus serta perjanjian-perjanjian tersebut akan berlaku selama puluhan bahkan ratusan tahun ke depan.

Kekayaan alam Indonesia pun digadaikan, kekayaan Indonesia pun terjual, dirampok, dibawa kabur ke negara-negara pro-zionis, itupun tanpa menyejahterakan rakyat Indonesia selama puluhan tahun lamanya.

“Saya melihat seperti balas budi Indonesia ke Amerika Serikat karena telah membantu menghancurkan komunis, yang konon bantuannya itu dengan senjata,” tutur pengamat sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Asvi Marwan Adam.

Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport mengandeng Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA Richards Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978.

Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik Jim Bob Moffet dan menjadi perusahaan  raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dollar AS pertahun.

Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, George A.Maley, menulis sebuah buku berjudul “Grasberg” setebal 384 halaman dan memaparkan jika tambang emas di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia, sedangkan untuk bijih tembaganya menempati urutan ketiga terbesar didunia.

Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan menguntungkan untuk 45 tahun ke depan.

Ironisnya, Maley dengan bangga juga menulis jika biaya produksi tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang ada di Irian Barat itu merupakan yang termurah di dunia.

Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah. Seharusnya EMASPURA. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga mengandung tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan tanah, maka Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya dengan sangat mudah.

Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu dan membangun pipa-pipa raksasa dan kuat dari Tambang Grasberg (Grasberg Mine) atau Tembagapura sepanjang 100 kilometer langsung menuju ke Laut Arafuru dimana telah menunggu kapal-kapal besar yang akan mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika.

Ini sungguh-sungguh perampokan besar yang direstui oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang!!

Seharusnya patut dipertanyakan, mengapa kota itu bernama Tembagapura?

Apakah pada awalnya pihak Indonesia sudah “dibohongi” tentang isi perjanjian penambangan dan hanya ditemukan untuk mengeksploitasi tembaga saja?

Jika iya, perjanjian penambangan harus direvisi ulang karena mengingat perjanjian pertambangan biasanya berlaku untuk puluhan tahun kedepan!

Menurut kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan meliput areal tambang emas Freeport dari udara, dengan helikopter ia meliput gunung emas tersebut yang ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam.

Semua emas, perak, dan tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur ke Amerika, meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan tanah-tanah orang Papua hingga ratusan tahun ke depan.

Dan menurut penelitian Greenpeace, Operasi Freeport McMoran di Papua telah membuang lebih dari 200.000 ton tailing perharinya ke sungai Otomina dan Aikwa, yang kemudian mengalir ke Laut Arafura.

Dan hingga 2006 lalu saja diperkirakan sudah membuang hingga tiga miliar ton tailing yang sebagian besar berakhir di lautan.

Sedimentasi laut dari limbah pertambangan hanyalah satu dari berbagai ancaman yang merusak masa depan lautan kita. (download PDF: laut Indonesia dalam krisis)

Freeport juga merupakan ladang uang haram bagi para pejabat negeri ini di era Suharto, dari sipil hingga militer. Sejak 1967 sampai sekarang, tambang emas terbesar di dunia itu menjadi tambang pribadi mereka untuk memperkaya diri sendiri dan keluarganya.

Freeport McMoran sendiri telah menganggarkan dana untuk itu yang walau jumlahnya sangat besar bagi kita, namun bagi mereka terbilang kecil karena jumlah laba dari tambang itu memang sangat dahsyat.

Jika Indonesia mau mandiri, sektor inilah yang harus dibereskan terlebih dahulu. Itu pula yang menjadi salah satu sebab, siapapun yang akan menjadi presiden Indonesia kedepannya, tak akan pernah mampu untuk mengubah perjanjian ini dan keadaan ini.

Karena, jika presiden Indonesia siapapun dia, mulai berani mengutak-atik tambang-tambang para elite dunia, maka mereka akan menggunakan seluruh kekuatan politik dengan media dan militernya yang sangat kuatnya di dunia, dengan cara menggoyang kekuasaan presiden Indonesia.

Kerusuhan, adu domba, agen rahasia, mata-mata, akan disebar diseluruh pelosok negeri agar rakyat Indonesia merasa tak aman, tak puas, lalu akan meruntuhkan kepemimpinan presidennya siapapun dia.

Inilah salah satu “warisan” orde baru, new order, new world order di era kepemimpinan rezim dan diktator Suharto selama lebih dari tiga dekade.

Suharto, presiden Indonesia selama 32 tahun yang selalu tersenyum dengan julukannya “the smilling General”, presiden satu-satunya di dunia yang sudi melantik dirinya sendiri menjadi Jenderal bintang lima.

Namun masih banyak yang ingin menjadikannya pahlawan nasional, karena telah sukses menjual kekayaan alam dari dasar laut hingga puncak gunung, dari Sabang hingga Merauke, yaitu negeri tercinta ini, Indonesia yang besar, Indonesia Raya. Dan ini bukan lagi kosnspirasi teori, tapi semua ini adalah konspirasi fakta.

Indonesia, negeri yang seharusnya memiliki masyarakat yang makmur sebagai Mercu Suar Dunia, negeri yang seharusnya mumpuni dan berguna untuk membantu puluhan negara-negara miskin yang rakyatnya masih banyak dihantui kelaparan berkepanjangan di banyak belahan dunia, akibat penguasa selama 32 tahun itu, kini justru jadi bangsa pengemis.

Sumber : http://indocropcircles.wordpress.com

Minggu, 09 November 2014

10 Kecelakaan Balap Mobil Paling Parah Dalam Sejarah

(foto: therichest.com)

Balap mobil dikenal sebagai olahraga yang paling menantang adrenalin dan penuh dengan risiko. Butuh nyali yang besar untuk menjadi seorang pembalap. Pasalnya kecelakaan dalam balap mobil bisa terjadi kapan saja.

Baik itu di kejuaran Formula One, NASCAR, atau perlombaan balap mobil lainnya, semuanya sama memiliki risiko yang sama terhadap kecelakaan yang mengerikan. Sejarah mencatat ada begitu banyak kecelakaan yang terjadi di lintasan balap mobil. Seperti dirangkum dari The Richest, berikut 10 kecelakaan balap mobil paling parah sepanjang sejarah.

10. Indianapolis 500 1964

(foto: therichest.com)

Pada kejuaraan Indianapolis 500 thaun 1964, salah satu pembalap bernama Dave MacDonald kehilangan kendali hingga mobilnya menabrak bagian dalam dinding lintasan pada lap kedua, menyebabkan tanki berisi 100 galon bensin meledak. Beberapa detik kemudian, mobil balap milik Eddie Sachs menabrak mobil MacDonald hingga menyebabkan ledakan kedua. Eddie Sachs dinyatakan tewas di lokasi kejadian, sementara itu MacDonald meninggal setelah dibawa ke rumah sakit.

9. Talladega Superspeedway 1975

(foto: therichest.com)

Mark Donohue adalah pembalap NASCAR dan Formula One yang mendapat julukan "The Can-Am Killer" setelah memenangkan kejuaraan Indianapolis 500 pada tahun 1972. Dia juga pernah juara utama di kejuaraan IROC yang sekarang sudah tidak ada.

Namun naas nasib pembalap yang suka disebut "Kapten Nice" ini ketika ia mengalami kecelakaan hingga merenggut nyawanya. Saat sedang latihan di Talladega Superspeedway, salah satu ban mobil balapnya pecah, menyebabkan mobil Donohue meluncur ke pagar pembatas lintasan. Donohue tidak tewas seketika, ia sempat dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Namun sayang karena luka di kepalanya yang cukup parah membuat ia jatuh koma dan akhirnya meninggal akibat pendarahan otak pada hari berikut pasca kecelakaan.

8. Grand Prix Belgia 1982

(foto: therichest.com)

Seorang pembalap Formula One asal Kanada bernama Gilles Villeneuve pernah memenangkan kejuaraan Formula Atlantik di Amerika Serikat dan Kanada pada tahun 1976. Namun sayang, pada tahun 1982 ia meninggal saat kualifikasi di Belgian Grand Prix di Zolder.

Saat itu mobil Villeneuve yang dalam keadaan kencang menabrak salah satu mobil pembalap lainnya yang dalam keadaan lebih lembat. Akibatnya mobil Villeneuve terbanting ke udara dan menabrak trek hinga berguling-guling sampai ia dinyatakan tewas di lokasi kecelakaan.

7. Charlotte World 600

(foto: therichest.com)

Glen Roberts dianggap bintang pertama NASCAR di tahun 60-an. Namun, pada kejuaraan Charlotte World 600, pria yang mendapat julukan "Bola Api" itu terlibat dalam kecelakaan tunggal pada putaran ketujuh.

Roberts berusaha untuk menghindari dari tabrakan dua mobil yang ada di depannya, tetapi sayang mobil yang dikemudikannya kehilangan kendali dan menabrak dinding penahan hingga membuat mobilnya terbalik dan terbakar. Roberts tidak bisa melarikan diri karena terjepit di kokpit mobilnya. Akibatnya 80 persen dari tubuhnya mengalami luka bakar yang serius. Selama enam minggu ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit, namun sayang Roberts akhirnya meninggal.

6. Indianapolis 500 1955

(foto: therichest.com)

Pembalap Bill Vukovich berhasil memenangkan kejuaraan Indianapolis dua kali beruturut-turut, yaitu pada tahun 1953 dan 1954. Dan pada tahun 1955, ia mencoba untuk memenangkan kejuaraan itu untuk ketiga kalinya. Namun sayang keinginannya untuk merebut gelar juara untuk ketiga kalinya itu berubah jadi insiden mengerikan yang merenggut nyawanya.

Pada putaran ketiga, terjadi kecelakaan yang melibatkan tiga mobil, salah satunya mobil balap Johnny Boyd yang terlempar dari lintasan balap. Sementara itu mobil Bill yang sedang melaju menabrak mobil Boyd hingga membuatnya ikut terlempar ke udara dan menabrak dinding penahan lalu meledak.

5. Visionaire 500k 1999

(foto: therichest.com)

Kecelakaan ini mengingatkan kita bahwa di arena balap tak hanya pembalap yang terancam nyawanya, tetapi para penonton juga bisa dalam keadaan bahaya.

Pada putaran 59 di kejuaraan Visionaire 500k tahun 1999, pembalap John Paul, Sr dan Stan Wattles bertabrakan secara bersamaan dan keduanya ikut membentur dinding pembatas. Namun sayang, ban kanan mobil Wattles dan ban yang suka dijadikan pembatas terlempar ke kerumunan penonton. Akibatnya tiga penonton tewas dan delapan lainnya mengalami luka-luka. Tak lama kemudian perlombaan pun dihentikan.

4. Daytona 500 2001

(foto: therichest.com)

Kecelakaan yang menewaskan pembalap Dale Earnhardt Sr ini meninggalkan duka yang mendalam selama sejarah balap NASCAR. Dale dikenal salah satu pembalap NASCAR paling sukses sepanjang masa, ia berhasil memenangkan 76 bapalan dan tujuh kejuaraan.

Pada putaran akhir di Daytona 500 tahun 2001, mobil pembalap Kenny Schrader menabrak bagian belakang mobil Dale, sehingga membuat mobil Dale berputar dan menabrak dinding pembatas. Dia tewas seketika karena kepalanya terbentur dengan keras pada kemudi mobil.

3. Grand Prix Jerman 1976

(foto: therichest.com)

Ini merupakan kecelakaan yang paling diingat dalam sejarah Formula One. Karena kecelakaan ini melibatkan mantan pembalap Formula One yang cukup terkenal, Niki Lauda.

Pada saat itu Lauda sedang berpacu di Nurburgring ketika suspensi Ferrari nya gagal dan ia menabrak tanggul. Akibat insiden itu ia mengalami luka bakar dan menghirup asap beracun. Saat sedang berada di rumah sakit, Lauda mengalami koma yang hampir merenggut nyawanya. Namun ajaibnya Lauda berhasil selamat dan pulih kembali. Setelah enam minggu menjalani masa pemulihan, Lauda kembali lagi mengikuti Grand Prix Italia.

Bahkan kisah pria yang sudah memenangkan tiga kali Juara Dunia Formula One itu diangkat ke layar lebar dalam sebuah film berjudul "Rush".

2. Mille Miglia 1957

(foto: therichest.com)

Ini merupakan salah satu kecelakaan balap mobil paling parah dalam sejarah dunia balap. Pada kejuaraan Mille Miglia 1957, pembalap Fon Portago dan co-driver nya Edmund Nelson sedang melintasi sebuah desa kecil ketika mereka menabrak selokan dan mobilnya terlempar ke kerumunan massa. Akibat insiden ini, Fon dan Nelson serta sembilan penonton tewas. Lima diantaranya adalah anak-anak.

1. Bencana Le Mans 1955

(foto: therichest.com)

Kecelakaan paling tragis dan parah dalam sejarah dunia balap terjadi pada kejuaraan Le Mans tahun 1955. Dari 100 penonton yang hadir, 82 orang tewas akibat insiden mengerikan ini.

Semua berawal ketika perlombaan baru berjalan selama dua jam. Pembalap Pierre Levegh yang mengemudikan Mercedes-Benz 300 SLR berusaha untuk menyusul Austin Healey. Secara tak sengaja, Levegh menabrak bagian belakang mobil Austin dan membuat mobil Mercedes nya terlempar ke udara dan menghancurkan tanggul lintasan.

Puing-puing mobil Levegh menghantam para penonton yang tengah asyik menyaksikan lomba balap tersebut. Akibatya, 82 penonton dinyatakan tewas termasuk Levegh.